DALILAH #1
DALILAH #1
Harun,
seorang mahasiswa yang memperoleh beasiswa dari kampusnya. Ia digratiskan dalam
seluruh pembiyaan selama kuliah S1 dikampusnya. Wajar saja, karena harun adalah
mahasiswa yang berprestasi sejak ia duduk dibangku sekolah menengah atas di
daerahnya. Cita-cita Harun sangatlah sederhana, yaitu ingin membahagiakan kedua
orang tuanya dan membuat mereka bangga. Selain pintar, Harun juga sangat ulet.
Dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari di kota orang, ia bekerja dengan
seorang laki-laki keturunan Tionghoa yang bernama bapak Sanjaya. Bapak Sanjaya
itu mempunyai toko mable dan perabotan rumah tangga.
Setiap
kali Harun pulang kuliah, ia langsung pergi ke toko mable pak Sanjaya. Ia
mengangkut kursi dan meja pesanan ibu Kuriyah ke dalam mobil bak terbuka milik
pak Sanjaya. Lalu Harun mengirim barang-barang tersebut ke rumah ibu Kuriyah
yang jaraknya 3 Km dari toko pak Sanjaya. Sesampainya disana, Harun menurunkan
semua barang seorang diri. Terlihat keringat yang menetes melalui dagu nya. “bu
Kuriyah. Barang-barang sudah saya letakkan didalam bu” tegur Harun kepada ibu
Kuriyah yang sedang membaca koran. “oh iyah nak Harun, terima kasih yah sudah
membantu ibu” jawab ibu Kuriyah. “oh iyah bu sama-sama” balas Harun yang hendak
melangkah menuju mobilnya. “eh tunggu sebentar nak Harun ! ” ibu Kuriyah
mencegah Harun yang hendak pulang. “iyah bu ada yang bisa saya bantu lagi bu”
jawab Harun. “ini nak, ada uang sedikit. Lumayan buat beli es di jalan” bu
Kuriyah memberi uang kepada Harun sebagai upah mengantarkan barangnya dan
bersedia menurunkan barang-barang pesanan bu Kuriyah. “wah ibu repot-repot
sekali, padahal saya ikhlas loh bu. Yaudah saya terima yah bu. Terima kasih bu”
ucap Harun. “iyah nak Harun sama-sama, ibu juga bilang makasih yah sudah
menurunkan barang pesanan ibu” ujar bu Kuriyah. “sama-sama bu. Saya pamit bu,
assalamu’alaikum” ucap Harun. “Wa’alaikumsalam” jawab bu Kuriyah.
“Allahu
akbar Allahu akbar” terdengar suara adzan subuh yang membangunkan Harun dari
tidurnya. Harun segera bangun dan mengambil air wudhu setelah itu ia berangkat
ke masjid dengan peci. Terlihat matanya masih sayu-sayu kelelehan karena
banyaknya pesanan toko mable pak Sanjaya. Jalannya sedikit sempoyongan seperti
orang mabuk. Tiba-tiba....
“aaaaaaa
tolooonngg !” terdengar suara perempuan berteriak minta tolong. sontak saja
harun langsung berlari dan mencari arah teriakan itu hingga dia tidak mengantuk
lagi. Ketika Harun mencari dimana suara itu tiba-tiba “toooloonngg!” suara itu
terdengar kembali oleh Harun dan dia langsung bergegas menuju suara itu yang
terdengar berasal dari sebuah gang. Harun terkejut melihat seorang perempuan
diganggu oleh 2 orang laki-laki yang tidak Harun kenal siapa kedua laki-laki
itu. Harun mengira kedua laki-laki itu bukan berasal dari daerah sekitar situ.
Langsung saja tanpa basa-basi Harun langsung menolong perempuan bermukena itu.
“bang kalo berani jangan sama cewe dong, nih sama saya.” Tantang Harun kepada
kedua laki-laki tak dikenal itu. “heh bocah ingusan, jangan ikut campur lo”
bentak laki-laki itu “cari mati lo yah” sahut laki-laki yang satunnya. “eh
bang, sebenernya saya lagi cari pahala. Baru aja saya mau sholat subuh, tapi
ada yg teriak. Yaudah saya kesini” jawab Harun. “brengsek” ujar laki-laki itu
dan langsung menyerang Harun, spontan saja Harun langsung menghindar. “eh kamu
cepetan lari. Lari yang jauh” suruh Harun kepada perempuan itu. Perempuan itu
langsung lari tidak tahu kemana, sedangkan Harun masih mengurus kedua laki-laki
tak dikenal itu. Untung saja, warga berdatangan ba’da sholat subuh berjam’ah,
sehingga kedua laki-laki itu langsung pergi. “hhhuuuaaaaa. Ada-ada aja
laki-laki tadi” ujar Harun sambil menguap.
Setelah
melaksanakan sholat subuh dirumah, Harun ketiduran karena masih kelelahan.
Ketika matahari mulai menyorot diwajah Harun, barulah dia langsung
bergegas “hualah ketiduran. Waduh-waduh ini mah ketinggalan”. Harun langsung
berangkat kuliah dan benar saja dia terlambat satu mata kuliah. Terpaksa dia
harus menunggu hingga mata kuliah pertama selesai. Karena belum sarapan
akibat terburu-buru tadi, perut Harun bunyi lalu dia hendak ke kantin untuk
sarapan terlebih dahulu. Tetapi, ketika Harun merogoh kantungnya, dia sontak,
dia juga tidak membawa dompetnya. Terpaksa ia tidak makan apa-apa. “wlah walah
walah walah. Mana udah telat, belum sarapan, dompet ketinggalan dirumah.
Lengkap sudah dah”. Tapi, tiba-tiba ada seorang perempuan membawa kotak makan
berisi nasi goreng dengan ayam bakar. “lah ko? Bukannya kamu yang tadi pagi
diganggu oleh dua laki-laki itu yah?” tanya Harun. “iyah bener. Oh iyah makasih
yah udah nolongin saya tadi. Ini saya bawaian nasi goreng sama ayam bakar.
Anggep aja ini sebagai ucapan terima kasih saya ke kamu”. “kebetulan saya belum
sarapan, mana dompet saya ketinggalan lagi. Makasih yah” ucap Harun. “oh iyah
na..ma kamu siapa?” tanya Harun kepada perempuan tadi yang sudah pergi”
#BERSAMBUNG

Komentar
Posting Komentar